Protes

Hari ini aku sekolah seperti biasa kuperhatikan jalan setapak dan semak sekitar, pohon-pohon dan ranting-ranting patah. Ah semuanya sama saja, tidak ada yang berubah. Dari hari ke hari, hanya semak ini yang terlihat lebih tinggi dan pohon, hanya sedikit lebih lebat. Diperjalanan menuju sekolah, aku menggerutu sendiri. Entah siapa atau apa yang mendengar aku tak peduli, biarkan saja mereka mendengarnya biar mereka tau keluh kesahku saat ini, biar mereka tau betapa susahnya “aku” “kami” berjuang demi secuil ilmu.

Bagiku sekolah diperbatasan begitu msngalami keterbatasan. Dari terbatasnya jalan setapak yang kami lalui, terbatasnya kelas kami, papan tulis, spidol, pengajar, buku, setagam. Hufh, terlalu banyak jika kusebutkam satu per satu. Dengan keterbatasan itu, bagamaina kami bisa mendapatkan pendidikan yang optimal, jika sarana dan prasana disekolah kami belum bisa dikatakan layak. Selayaknya pendidikan di liar perbatasan yang segalanya dapat terpenuhi tanpa harus meminta sampai mengemis.

Hey pak pejabat, kami disini, disini ada kami, kami disini. Telah sering kami berkoar mengharap hak kami, tapi semuanya sia-sia. Bukannya malah diurusi, koaran kami malah dioper sana-sini. Jika demikian, untuk apa ada DPR, DPRD dan semuanya. Apakah pemilihan kemarin hanya sekedar coblos-coblos berhadiah? Sementara disini kami merintih untuk dapat papan tulis yang tidak patah, kapur yang debu nya sedikit, kelas yang tidak bocor saat kami sedang belajar. Segalanya, untuk pendidikan “kami” “calon generasi penerus bangsa”. Tapi sudahlah, mungkin suara kami terlalu jauh sampai-samoai kau tak mendengar.

Iklan

Kata Maaf yang Tertinggal

Malam ini, teringat ketika suasana doa bersama menyambut UN. Dikala itu, sehabis berdoa seluruh siswa saling maaf memaafkan. Kami berjalan ke kelas-kelas untuk memohon restu pada mereka, berharap ada doa yang menyelamatkan kami saat UN nanti.

Begitu juga aku, dengan rasa lapang dada memaafkan kawan-kawan yang dulunya pernah membuatku menangis. Aku juga meminta maaf pada guru guru yang telah memberiku cucuran ilmu, kawan, serta adek tingkat. Hingga akhirnya air mataku tumpah karena bersalaman, saling minta maaf sama sahabatku.

Tetapi, dimoment itu. Ada satu hal yang membuatku menangis sampai terisak isak. Yaitu, ingin meminta maaf kepada seseorang yang aku fikir perlu. Tapi sayang, aku begitu malu untuk melakukannya. Kemudian, aku melihat temanku yang dengan mudahnya mengulurkan tangan kepadanya sembari mengucap maaf dan tertawa bersama. Rasanya, aku juga ingin seperti itu. Tapi sekali lagi, aku tak bberani. Entah mengapa hatiku bisa sakit melihat peristiwa itu dan membuatku jadi menangis, apakah aku cemburu?

Sepertinya memang ia. Aku cemburu melihatnya memegang tangan wanita itu dan bercanda bersama. Apapagi, dari cerita yang kudengar kau sedang dekat dengan wanita itu. Yaaa, aku memang cemburu.

Tapi apalah diriku yang pengecut ini, bercerita tentangmu dengan kawanku saja aku tak bisa. Yang mereka tau aku hanya menangis tanpa sebab yang pasti.

VMJ

Ketika kata cinta terbesit ditelingamu, mungkin saat itu kamu sedang terkena virus merah jambu. Yaah, virus yang tidak terlihat namun berdampak besar kepada penderitanya. Ia mengakibatkan kita jadi suka berkhayal, suka menyendiri, dan terkadang lupa belajar. Ia juga sering membawa kita kedapa lamunan-lamunan indah yang berisikan sebuah cerita ketika “aku” bersama “nya”. Berharap penuh, kita ingin memiliki sang pujaan. Tanpa disadari pun, kita mengukir namanya di buku-buku tulis. Apalagi dibuku tulis pada halaman belakang.
Ketika virus merah jambu menggetarkan hati kita. Salah satu momen yang kita tunggu adalah ketika berpapasan dengan si “dia” . seringkali kata subhanallah menjadi alibi yang kuat ketika kita sedang memujinya. Yaaah, walaupu tidak salah memuji ciptaan Tuhan. Tapi, hal ini berbeda. Kata subhanallah yang dilantunkan bukan semata-mata memuji ciptaan-Nya melainkan ada faktor-faktor lain yang yaaa…. hanya diketahui oleh hati masing-masing.
Kita, sebagai remaja memang rentan terkena virus tersebut. Tidak ada vaksin untuk virus ini. Dan mungkin, rata-rata para remaja sudah mengalaminya. Tapi, ingat yaa sobat. Jika kalian terkena virus ini, jangan sampai kebablasan. Jika kalian terkena virus ini, ingat ALLAH yaa. Minta perlindungan sama dia.
Satu hal lagi, jika terkena virus ini. Gunakanlah logikamu untuk berifikir.

Contoh Naskah Drama

(Di sebuah gubuk kecil tinggalah keluarga kecil Pak Suryo di dalam hutan)
Pak Suryo : Tinggal disini memang sepi, namun terasa nyaman.
Bu Suryo : (dengar suara tinggi) Nyaman ? mau sampai kapan kita berlari
   seperti ini, bertahan di tempat sepi yang suni dari keramaian
  hanya untuk menghindari Kawaguci laknat itu. Sudahlah
  serahkan saja rekaman itu. Aku sudah
   letih, begitu pun anak-anak.
Anak ke –1 : Rekaman, maksud Ibu apa ?
Bu Suryo : Sejak dulu Ayah mu menyimpan rekaman percakapan antek
  antek Jepang.
Anak ke –2 : Maksud Ibu ? (mengerutkan alis)
  Percakapan apa buu ?
Bu Suryo : Tanya saja kepada Ayahmu
Anak ke – 2 : Sebelumnya Ayah minta maaf, karena Ayah tidak pernah
  memberitahu kalian. Sebenarnya, selama ini ayah
  menyembunyikan rekaman percakapan antek-antek  Jepang
  yang didalamnya ada nama pembunuh kakekmu
Anak ke-1 :Jadi, kakek meninggal bukan karna menderita penyakit jantung?
Pak Suryo : Bukan, kakek meninggal karena diracuni oleh antek-antek
  Jepang. Oleh karena itu, Ayah ingin membawa rekaman ini
  kepada Jendral Palo safa yang berada di daerah Surakarta.
  Tapi ayah belum mempunyai keberanian  untuk keluar dari
  hutan ini

(Setelah merika berbincang-bincang, Pak Suryo dan keluarganya bergegas untuk
tidur. Karena telah larut malam )

(Keesokan harinya)

Anak ke- 2 : Ayah, kami izin keluar sebentar yaa…
Pak Suryo : Kemana nak ?
Anak ke – 1 : Ke hutan yang ada disana (menunjukkan arah hutan yang akan
mereka datangi ) kami ingin mengambil beberapa buah dan sayu pak.
Bu Suryo : Tunggu nak, pakailah kerudung ini.

(kemudian mereka pergi ke hutan, namun ketika dalam perjalanan pulang tenyata ada pengawal Tuan Kamaguci yang mengikuti mereka. Dan setelah itu melaporkannya ke Tuan Kamaguci, yaitu orang yang telah terlibat dalam pembunuhan Ayah Pak Suryo )
Pengawal : (membungkuk) Keigu Tuan
Kawaguci : Ada apa ?
Pengawal : Dari sekian tahun, ternyata orang yang kita cari telah tiba
Kawaguci : Doiu Imidesu Ka ?
Pengawal : Maksud saya, orang yang membawa rekaman nama-nama pembunuh
  Jendral Panji sudah tiba, dan saat ini ia berada di daerah hutan
  seberang sana.
Kawaguci : Baiklah kalau begitu. Te o kasi te ku re. kirimkan surat ancaman
  kepadanya, suruh dia untuk menyerahkan rekaman itu, kalau tidak
  salah satu dari anaknya harus diserahkan untuk menjadi budakku.
Pengawal :Baik tuan

(Keesokan harinya pengawal itu membawa surat ancaman yang ia buat dan melemparkannya ke rumah Pak suryo) setelah itu, pak suryo melihatnya dan membca, ia bingung. Kemdian, ia menceritakannya kepada keluarganya)

Pak suryo : Bagaimana ini? Persembunyian kita sudah ketahuan
Anak ke – 3 :Sudahlah ayah, aku rela jika diambil oleh penjajah itu, asalkan rekaman itu tidak diberikan padanya.
Bu Suryo : Sudah kubilang, lebih baik serahkan saja rekaman itu.
Anak ke- 2 : Iya yah, serahkan saja. Lagi puls kakek kan sudah meninggal. Mana mungkin dapat hidup lagi
Anak ke- 1 : Husss, kamu ini. Tidak baik berkata seperti itu

(terdiam sejenak)

Anak ke – 3 : Ayah, Ibu, Kakak-kakakku. Aku mohon untuk kali ini…. Saja. Biarlah aku yang menjadi Sandra untuk semua ini. Aku rela, biarpun disana nanti aku akan disiksa oleh cambuk latnatnya, ataupun baanku menjadi kering meronta,.. aku siap. Namun, aku mohon pada ayah.. selama aku disana cepatlah pergi ke Surakarta untuk menyerahkan rekaman itu.

(mendengar perkataan tersebut, ayah dan ibu suryo merasa terharu dan menyetujui nya, akhirnya ketika pengwal datang ke rumah mereka, Anak ke – 3 mereka di bawa ke rumah Tuan Kawaguci. Sementara itu, Ayah mempersiapkan re ncana agar dapat mengambil kembali putri kesayangannya itu.)

(Setelah beberapa minggu, Pak Suryo mwngirimkan surat kepada Tuan Kawaguci agar dapat bertemu dan membwakan anaknya.. pertemuan pun terjadi)

Tuan Kawaguci : Untu apa kau menemuiku disini ? Apakajh kau inginmenukar putrimu dengan rekaman itu ?
Pak Suryo : Iya. Ini rekamannya (menunjukkan rekaman yang ada di tangannya)
Tuan Kawaguci : Baiklah, kemarikan rekaman itu. Setelah itu akan kubebaskan anakmu
Pak Suryo : (Membawa rekaman itu kepda tuan Kawaguci, kemudian dengancepat menyuntikkan cairan ke tubuh kawaguci )
Tuan Kawaguci : arrrrrghhhhhhh ( terbaring perlahan )

( Kawaguci pingsan dan pada saat dia pingsan, pak suryo mengikatnya dan membengkam mulutnya. Kemudian, pak Suryo meletakkannya di sebuah lubang ladam yang telah dibuat pak suryo)

(Akhirnya, keluarga Pak suryo keluar dari hutan itu dan pak s uryo berani melaporkan ke Jendral Polo safa di Surakarta. Kawaguci diringkus dan dimasukkan ke dalam sel bawah tanah beserta antek-anteknya )

Prasangka

Hari ini aku cukup senang mendengar suaramu via telpon walaupun percakapan kita hanya berdurasi sekitar 5 menit saja.  hal itu cukup membuatku terhibur dan mengobati rasa rindu yang terus menggebu. Akhirnya, beberapa pertanyaan lugu kemarin telah kau jawab. Maaf, abang, karena adekmu ini terlalu cerewet dan selalu ingin tau keadaanmu disana. Semua itu kulakuakan karena aku terlalu mengkhawatirkanmu, sadarkah kau akan itu. Mungkin, abang disana terlalu sibuk dengan tugas tugas kuliah yang begitu menumpuk. Aku juga menyadari kok bang akan hal itu, iya, memang kejadian kemarin semata mata adalah salahku

Aku hanya gadis SMA biasa yang tak terlalu pintar, belum mengerti dunia perkuliahan, yang tak tau makhluk macam apa dosen itu, yang tak mengerti bagaimana skirpsi itu dan yang sedikitpun tak tau bagaimana rasanya jadi mahasiswa sepertimu. Tak bisakah kau memakluminya, oh iya, mungkin kau sudah mulai lupa dengan gadis SMA yang rela membuang waktunya untuk menunggu abangnya ini. Sebab disana, kau tak pernah berteman dan bercanda lagi kan dengan remaja SMA sepertiku ini. Iya aku paham, disekelilingmu hanya ada orang orang yang sepamtar dan lebih tua dari abang kan yang sama sama pintarnya dengan abang. Aku cukup paham bang, dengan semua keadaan ini.

Terima kasih sudah sempat menelponku 5 menit yang lalu, terima kasih sudah memintaku agar tak menghkawatirkanmu, terima kasih telah menjawab sekumpulan perranyaan lugu dariku. Sebelumnya aku minta maaf, jika sikap kepo ku bukannya malah membuatmu semangat, malah membuatmu cukup terganggu.

Semua kejadian itu kucoba pupuk dengan prasangka postif, sepertinya aku tay. Kenapa kau seperti itu. Pasti karena abang ingin cepat cepat menyelesaikan kuliah disana bukan? Pasti abang juga rindu sama adek disini kan? Yaah. Aku yakin. Pasti perasaan abang seperti itu. Aku takkan marah bang, hanya saja hatiku kaget seperti mendapat kejutan listrik sampai sampai aku menangis. Tapi, jangan khawatir bang. Aku tak apa. Dan berusaha baik baik saja.

Lagu Galau Guwe

Hay pembaca. Guwe mau share dua lirik lagu yang ngegambarin perasaan guwe. Tapi sebelumnya, guwe pengen cerita dulu yaa.

Lagu pertama, guwe lagi suka sama seseorang yang pernah deket sama temen guwe. Yaa walaupun kejadiannya sudah dua tahun yang lalu. Sekaranga mereka sudah nggak teguran bahkan kayak gak kenal. Guwe bingung harus gimana.

Lagu kedua. Cwo yang dicerita pertama tadi usil banget nggak ketulungan. Tapi keusilannya itu yang bikin kangen. Sekarang, kita udah jauh jauhan dan kalo ketemu udah kayak orang gak kenal gitu. Hufh, andai aja keusilan kemarin bisa terulang lagi.

Oke. Lagu pertama yaa
               Rasa Ini – Vierra

image

Ku tak percaya
Kau ada disini
Menemaniku disaat dia pergi
Sungguh bahagia
Kau ada disini
Menghapus semua sakit yang kurasa
Mungkinkah kau merasakan
Semua yang kupasrahkan
Kenanglah kasih

Reff:
Kusuka dirinya mungkin aku sayang
Namun apakah mungkin
Kau menjadi milikku

Kau pernah menjadi
Menjadi miliknya
Namun salahkah aku bila kupendam rasa ini

Lagu kedua
      Diujung Jalan – Samsons

image

Diujung jalan ini
Aku menunggumu
Aku menantimu
Ditengah terik matahari
Aku menyanyikan
Kisah tentang kita

Angan denting suara hati
Mengulas kembali jejak yang tlah lalu
Untaian makna yang tercipta
Aku abadikan ditempat terindah

Tuhan kembalikan
Segalanya tentang dia
Seperti sedia kala
Izinkan aku tuk memeluknya
Mungkin tuk terakhir kali
Agar aku dapat merasakan
Cinta ini selamanyaaa
Ketika malam telah tiba
Aku menyadari kau takkan kembali